| Article Index |
|---|
| Volume XXI / Juli 2009 |
| Volume XXI / Juli 2009 Hal 2 |
| All Pages |
Pendidik dan guru pertama dan utama bagi anak sebenarnya bukan guru di sekolah, tetapi orang tua. Ahli ilmu jiwa anak dan tokoh-tokoh pendidikan anak sering mengatakan, bahwa salah satu hal yang perlu dilakukan oleh orang tua dalam usaha memberikan pendidikan yang baik kepada anak ialah membina hubungan emosional orang tua dan anak, yang perlu dilakukan sejak anak masih bayi.
Salah satu manifestasinya berupa sentuhan, belaian, pelukan, ciuman dan berbicara dengan anak. Bila bertambah usia anak, komunikasi lisan pun bertambah penting. Dengarkanlah pendapat dan perasaan yang dikemukakan anak. Anak akan merasakan bahwa orang tua mempunyai perhatian terhadap dirinya, mencoba memahami dirinya, sehingga ia pun terlatih untuk mengutarakan perasaan dan pendapatnya. Maka penting bagi orang tua untuk melatih diri sendiri menjadi pendengar yang baik.
Orang tua cenderung berbicara dengan anak dan mulai menayakan “mengapa” atau “kapan”. Atau cenderung berbicara dengan nada perintah, marah atau menggurui. Mengapa sayurnya tidak dimakan? Ayo kerjakan pe-er nya sekarang! Kapan kamu belajar untuk mendengarkan nasehat mama? Dan adakalanya ayah baru berbicara kepada anaknya, menaseha-tinya panjang lebar bila si anak telah membuat suatu kesalahan.
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan memojokkan si anak sehingga dia akan membela diri atau diam. Tetapi jika pertanyaan-pertanyaan itu dimulai de-ngan “Apa” atau “Bagaimana”. Apa yang kamu kerjakan tadi? Bagaimana disekolah tadi? Maka pertanyaan itu akan membuka anak untuk bercerita. Dan agar komunikasi orang tua anak dapat berlangsung dua arah, maka orang tua pun harus pula bisa mengeluarkan perasaannya. “Ibu senang nilaimu baik di sekolah”. “Ayah bangga kepadamu.”
Ada baiknya jika orang tua sengaja menyediakan waktu setiap hari bagi anak atau menciptakan suatu kebiasaan bersama anak, sehingga anak tahu bahwa ada waktu khusus dimana orang tuanya ada. Membina hubu-ngan intim dengan anak memerlukan latihan dan seyogyanya dimulai sejak anak masih kecil. Hubungan menjadi sulit bila pembinaan baru dimulai pada waktu anak sudah besar atau sudah mulai remaja.














