Kalender Kegiatan

<<  November 2008  >>
 Se  Se  Ra  Ka  Ju  Sa  Mi 
       1  2
  3  4  5  6  7  8  9
10111213141516
171819202223
272830

Hot NEWS

Fun Learning Camp For Kids

FUN LEARNING CAMP FOR KIDS

 

Sekolah Alam Natur Islam akan mengadakan acara Fun Learning Camp For Kids. Kegiatan ini terbuka untuk umum siswa kelas 5-6 Sekolah Dasar.

 

Ayo Ikut... Acaranya SERU loh.. ada Outbound, Games, Motivation Training, Camping, dll

Insya Allah bersama Kak Seto Mulyadi, Bang Dik Doank, Pak Prof Arif Rahman, M.Pd 

 

Acaranya tanggal 1-3 Januari 2009, di Sekolah Alam Natur Islam, Bekasi. ayo cepetan daftar.. peserta terbatas lo..

 

informasi dan pendaftaran : Sekolah Alam Natur Islam, 82412792/68589703, Arif Rohman 085695577014,Ramdhani 081311513516.

 

baca selengkapnya...
 

Info Terkini

Sekolah Alam Natur Islam menjadi juara dalam Festival Film Anak (FFA) 2008 yang diadakan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dengan meraih lima kategori.

 

1. Juara I Film Fiksi Terbaik dengan judul "Andai Ku Tahu"

2. Juara Film  Fiksi Tervaforit dengan Judul " Enggak Lagi-Lagi Deh"

3. Sutradara Terbaik diraih oleh Ema Salamah dalam Film " Andai Ku Tahu"

4. Editor Terbaik diraih dalam Film "Andai Ku Tahu"

5. Aktor Anak Terbaik diraih oleh Navis Ubaidilah dalam Film " Andai Ku Tahu" 

Alhamdulillah....... 

 

**** 

 

Sekolah Alam Natur Islam Masih membuka kesempatan untuk menjadi guru bahasa inggris & olah raga

Syarat:

  • Diutamakan laki-laki
  • Lulusan sarjana/diploma
  • Berahklak baik
  • Menyukai dunia pendidikan
  • Senang dengan anak-anak
  • Berbadan sehat
Surat lamaran, ijazah terakhir, transkip nilai & CV dikirim melalui pos ke alamat:
Jl. Swatantra 4 Rt.007/Rw.03
Jati Rasa, Kec. Jati Asih, Bekasi.
e-mail : Alamat E-mail ini telah dilindungi dari bot spam, anda perlu aktifkan Javascript untuk melihat ini
 
 

Beranda arrow Profil Kami arrow Staf Pengajar
Fun Learning Camp For Kids PDF Print E-mail

Orang Tua Bermutu Anak Berkualitas*

Olah Ery Retno Artini, Psi.

 

Anak adalah orang tua dimasa depan. Masa depan NKRI amat tergantung pada anak masa kini. Apa yang terjadi dengan anak-anak masa kini?

 

Jika dalam satu pecan anak memiliki 168 jam, 56 jamnya digunakan untuk tidur, sisa waktu yang dimiliki anak tinggal 112 jam. Jika 55 jam per pekan anak nonton TV, maka sisa waktu untuk tumbuh dan belajar tinggal 57 jam. 30 jam waktu anak per pekan dihabiskan di sekolah (6 jam habis untuk berangkat ke dan pulang dari sekolah, dan 7 jam untuk mengerjakan PR). Sisanya masih ada 17 jam. Waktu inimasih dipotong makan 3 jam. Jasi anak hanya punya waktu sisa 14 jam. Apa yang dilakukan anak selama 14 jam jika orangtua tidak mau memanfaatkan waktu ini untuk mendidiknya?

 

Jika anak nonton TV 12 jam per hari, maka anak akan nonton TV 14 jam per pekan. Berarti 60 jam per bulan an 730 jam per tahun. Kalau dibandingkan dengan kita mengajak anak bepergian untuk melihat keindahan alam selama 9 jam pulang pergi, maka waktu nonton 730 jam dapat dimanfaatkan untuk pergi dengan anak 81 kali per tahun. Mana yang lebih bermanfaat?

 

Mengapa kita perlu mendidik anak-anak untuk menjadi generasi cerdas?

 

  1. Anak memiliki otak jumlahnya milyaran yang siap untuk diisi.
  2. Masa depan anak tergantung dari apa yang di dapat selama masa usia dini.
  3. Ada masa-masa dimana anak harus dilatih pelajaran dan keterampilan tertentu pada masa-masa tertentu.
  4. Anak tidak tahu apa yang baik untuk dirinya sendiri karena masih kurang pengalaman (anak selalu memilih sesuatu yang enak dan menyenangkan atau mungkin yang berbahaya).
  5. Anak membutuhkan banyak tantangan dan pengalaman dalam hidupnya untuk dapat memahami dunia dan memiliki akhlaq yang baik.
  6. Anak perlu diarahkan untuk memahami keunikan dirinya, kelebihan dan kekurangannya juga memiliki motivasi dari dalam dirinya.

 

Apa Peran Orang tua Yang Bermutu?

 

  1. Orang tua berperan untuk menyediakan dan merencanakan pengalaman belajar yang diperlukan anak.
  2. Orang tua perlu melatih dan memberikan tantangan sehingga kemampuan anak berkemang secara optimal sejalan dengan tahap perkembangannya.
  3. Orang tua perlu membantu mengembangkan keunikan dan akhlaqul karimah anak.

 

Apa Yang Kurang Tepat Yang Terjadi Pada Pendidikan Kita?

 

Zaman sudah berubah dan manusia memiliki kebutuhan yang berbeda, kita mungkin harus merubah pola pengajaran  yang selama ini digunakan. Pola pengajaran yang lebih sibuk menghafal begitu banyak informasi. Anak-anak lebih sibuk menghafal daripada memahami. Apakah semua informasi tersebut penting?

 

Tujuan dari pendidikan Islam BUKAN sekedar mengisi otak anak kita dengan informasi tentang Islam, namun melatih anak untuk memahami apa arti menjadi muslim. Melatih anak untuk dapat membuat melakukan pilihan tepat dan mengambil keputusan sendiri yang benar menurut agama.

 

Pendidikan dengan pendekatan paradigma baru lebih menekankan pada pemahaman dan bukan hafalan. Pembelajarannya kongkrit dan bermakna pada anak (baca: tema yang dipilih sangat dekat dengan kehidupan anak sehari-hari dan melibatkan seluruh inderanya).

 

Penentu keberhasilan hidup anak bukan nilai pelajaran sekolahnya, Bukan aspek kognitif, tapi lebih karena karakter atau akhlaqul karimah.

 

Ada sebuah pepatah, "character  is what you are when no one is looking" (karakter adalah apa adanya kita ketika tidak ada seorangpun yang melihat). Jadi seseorang mau berlaku jujur atau tidak karena ada kontrol internal dalam dirinya yang kuat untuk tidak berlaku tidak baik, dan ini sudah menjadi karakternya, dilihat atau tidak dilihat orang.

 

Dalam agama Islam, Allah SWT sudah menyediakan idola atau contoh teladan. Persoalan kita sekarang adalah bagaimana caranya kita mengenalkan, memahamkan dan memasukkan nilai keteladanan tersebut ke dalam anak-anak kita.

 

Proses pendidikan melalui diskusi, dialog, dan membangkitkan kesadaran yang dilakukan pendidik untuk anak didiknya, tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan kontrol eksternal seperti peraturan dan sanksi. Control internal akan lebih efektif, sedangkan mengandalkan control eksternal saja akan tetap membuat seseorang berlaku tidak baik kalau ada celah dan kesempatan.

 

Berdasarkan sejarah dan beberapa peneltitian, cara terbaik menanamkan karakter atau nilai keteladanan kepada anak-anak adalah dengan beberapa cara berikut ini: garis besarnya seperti ini; THINKING, SEEING AND DOING.  MEMAHAMI, MELIHAT, DAN MELAKUKAN!  Pendidikan Islam harus memiliki kekuatan untuk memberikan inspirasi dan merubah (transpformasi) seseorang.

 

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan untuk menjadi orang tua berkualitas untuk membangun generasi cerdas:

 

  1. BERMAKNA (ada gunanya, ada hubungannya dan maknanya untuk anak, anak melihat kegunaan dan mungkin diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya, sesuai dengan AGAMA, USIA, SOSIAL, BUDAYA dan KEUNIKAN ANAK).
  2. MENYELURUH (pembelajaran harus meliputi semua aspek anak, mulai dari spiritualnya, emosinya, sosialnya, intelektualnya, juga fisiknya. Menyeluruh untuk waktu dan tempatnya. Juga menyeluruh meliputi pengetahuan dan nilai-nilai kebijakan dalam bentuk aksi dan aplikasi.
  3. BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN (selalu pertimbangkan aspek nilai-nilai kebajikan dalam setiap pembelajaran dan selalu ada kesempatan anak untuk mencoba nilai-nilai kebajikan.
  4. MENANTANG (pembelajaran yang diberikan harus dapat menantang anak untuk memeriksa atau memikirkan lebih jauuh apa yang seang mereka pelajari dengan cara diskusi, bekerja produktif dalam kelompok dan mampu mempertahankan pendapatnya yang benar).
  5. AKTIF (pendidik harus aktif dan terlibat dalam proses mengajar mulai dari merencanakan, memilih dan melakukan penyesuaian kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak tidak hanya mengikuti langsung dan manual, pendidik senantiasa perlu memperbaharui pengetahuan, selalu mencari kesempatan emas saat bersama anak, memberikan contoh yang berhubungan langsung dengan kehidupan anak, mencari metode belajar yang melibatkan anak secara aktif).

 

* Makalah disampaikan pada kegiatan Seminar

"Orang Tua Bermutu Anak Berkualitas"

Sekolah Alam Natur Islam Bekasi, Ahad, 27 April 2008.

 

Asah Otak

Newsletter

Orang Tua Adalah Guru Pertama dan Utama

Oktober 2008 / Vol...
selengkapnya...

Ramadhan Untuk Anak

Agustus 2008 / Vol...
selengkapnya...

Mengelola Liburan Anak

Juni 2008 / Vol 13                                    ...
selengkapnya...

Jajak Pendapat

Bagaimana sekolah kami?